Sleman – Klub sepak bola PSS Sleman saat ini tengah mempersiapkan diri secara serius menyongsong fase putaran ketiga Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026. Setelah menutup putaran kedua di posisi ketiga klasemen Grup Timur, usaha tim untuk kembali ke persaingan promosi tetap dipacu penuh.
Pelatih Ansyari Lubis menyoroti tantangan berat yang menanti timnya dalam empat laga tandang krusial yang akan dijalani saat putaran ketiga bergulir. Ia optimistis skuad Super Elang Jawa bisa tampil kompetitif meski menghadapi lawan kuat seperti Barito Putera dan Persela Lamongan di luar kandang.
Meski performa di putaran kedua sempat mengalami penurunan, termasuk saat bermain di kandang, Ansyari menyatakan timnya terus melakukan evaluasi demi menemukan ritme permainan terbaik. Kendala cedera pada sejumlah pemain utama disebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi hasil beberapa pertandingan.
Sementara itu, manajemen klub dalam beberapa pekan terakhir juga harus menghadapi imbas dari insiden saat pertandingan kandang yang memicu sanksi larangan penonton selama empat laga berikutnya. Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tersebut terkait insiden alat pemadam api ringan (APAR) saat laga terakhir putaran kedua di Stadion Maguwoharjo. Klub juga dikenai denda administratif.
PSS Sleman sendiri menatap putaran ketiga yang dijadwalkan mulai pertengahan Februari ini sebagai momentum penting untuk memperkuat peluang promosi ke Liga 1 musim depan. Dukungan penuh dari suporter Super Elja tetap menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain dalam mencapai target tersebut.


